Lando Norris dari tim McLaren tampil luar biasa di sirkuit Autódromo Hermanos Rodríguez, berhasil merebut kemenangan di ajang Mexico City Grand Prix musim 2025. Sebaliknya, Lewis Hamilton dari tim Ferrari mengalami hari yang berat dan harus puas dengan posisi kedelapan setelah menerima penalti 10 detik. Formula 1® – The Official F1® Website+2News.GP+2
Jalannya Balapan
-
Norris start dari pole position, mempertahankan keunggulan dari lampu start hingga garis finis. Al Jazeera+1
-
Ia memenangkan balapan dengan margin yang sangat besar—meninggalkan jarak lebih dari 30 detik dari posisi kedua, yaitu Charles Leclerc dari Ferrari. Formula 1® – The Official F1® Website+1
-
Hamilton, yang sempat berada di kelompok depan, mendapatkan penalti 10 detik karena keluar lintasan dan mendapatkan keuntungan dari insiden di Turn 4. Akibatnya ia turun ke posisi ke-8. Motorsport Week+1
Implikasi Hasil
-
Kemenangan Norris membuatnya mengambil alih puncak klasemen kejuaraan pembalap, unggul tipis dari rekan setimnya, Oscar Piastri. Sky Sports+1
-
Bagi Ferrari dan Hamilton, finis di luar podium menjadi sinyal bahwa tim belum optimal, dan penalti yang diterima Hamilton menambah tekanan untuk sisa musim. Formula 1® – The Official F1® Website+1
-
McLaren menunjukkan bahwa mereka punya kecepatan dan performa yang matang untuk mempertahankan keunggulan, khususnya di lintasan dengan karakter seperti Mexico City. News.GP+1
Catatan Tambahan & Statistik
-
Kemenangan ini adalah yang pertama bagi McLaren di Meksiko sejak tahun 1989. Formula 1® – The Official F1® Website
-
Norris mencatat margin kemenangan terbesar dalam beberapa musim terakhir untuk GP dengan selisih lebih dari 30 detik. Formula 1® – The Official F1® Website
-
Hamilton menjalani salah satu hasil terburuknya di Meksiko, mencatat finis terbaik ke-8 setelah penalti. Formula 1® – The Official F1® Website+1
Kesimpulan
Lando Norris memberikan pernyataan kuat dengan performa dominan di GP Meksiko, sementara Lewis Hamilton dan Ferrari harus menata ulang strategi untuk kembali ke podium. Balapan ini bisa jadi titik balik momentum untuk kejuaraan musim 2025 — jika McLaren mampu mempertahankan keunggulan, dan Ferrari mampu memperbaiki isu-penalti serta kecepatan balapan mereka.